D3 TATA BUSANA 2017
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan
kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya karena saya
dapat menyelesaikan Laporan Kunjungan Industri ke Wisata Ilmu Sutera dan C59 pada
tanggal 17 November 2017. Laporan ini ditulis guna memenuhi sebagian syarat
dalam menyelesaikan tugas matakuliah Pengetahuan Tekstil.
Penulis
menyadari karya tulis ini jauh dari kata sempurna. Namun, penulis berharap
semoga karya tulis ini dapat bermanfaat bagi pembaca. Oleh karena itu,
segala kritik serta saran yang membangun dari para pembaca akan penulis terima
dengan lapang hati sehingga bisa menjadi sebuah pelajaran bagi penulis agar
kelak penulis dapat membuat dengan lebih baik lagi.
Bekasi, November 2017
Fara Paldevi Ramadhani.
BAB
1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kota Bandung merupakan kota metropolitan
terbesar di Jwa Barat sekaligus
menjadi ibu kota provinsi
tersebut. Kota Bandung dahulunya disebut juga dengan Paris van
Java karena keindahannya.Di kota itu banyak berbagai tempat wisata,baik
tempat wisata ilmu pengetahuan,wisata rekreasi maupun wisata belanja.
Dalam
mata kuliah pengetahuan Tekstil, dosen kami, Ibu Dewi Sulisyanthini mengajak
kami, Mahasiswa D3 Tata Busana 2017 untuk melakukan Kunjungan Industri di beberapa
tempat di kota Bandung. Kunjungan ini dilaksanakan pada 17 November 2017.
Adapun tempat yang kami kunjungi yaitu di Wisata Ilmu Sutera Bandung Padepokan
Dayang Sumbi yang berlokasi di Archamanik Sindanglaya,
dan dilanjutkan menuju ke C59 dalam bidang
industri garmen tshirt printing (kaos oblong sablon). Selain itu, kegiatan
Study Tour ini dimaksudkan untuk menambah wawasan dan pengetahuan serta
pengalaman mengenai materi pengetahuan tekstil khususnya mengenai materi serat,
benang dan kain tekstil.
1.2
Wisata Ilmu Sutera
Padepokan Dayang Sumbi, adalah
pelopor wisata ilmu sutera yang pertama di Indonesia, terletak di Jalan
Arcamanik Sindanglaya km.4, Kampung Pamoyanan, Desa Mekarmanik Kecamatan
Cimenyan, Bandung Timur. Wisata Ilmu Sutera Bandung, berada di daerah pegunungan yang
tidak terlalu jauh dari kota dengan udara yang segar, dikarenakan pemeliharaan ulat
sutera yang baik minimal berada 700 meter di atas permukaan laut..Wisata Ilmu Sutera Bandung, dapat
ditempuh kurang lebih 45 menit dari Bandara Husein Sastra Negara dan Tol
Pasteur Bandung. Padepokan Dayang Sumbi menawarkan wisata ilmu yang diharapkan
akan membentuk pemahaman masyarakat tentang sutera. Memberi anak-anak dan
generasi muda pengalaman unik. Mereka tidak hanya mendengarkan teori saja
tentang ulat sutera tetapi dapat bersentuhan dan berinteraksi langsung.
1.3 C59
C59
merupakan kependekan dari Caladi Lima Sembilan merupakan nama salah satu
gang di kota Bandung. Ditempat ini Marius Widyarto Wiwied
dikenal dengan nama Wiwied memulai usahanya dalam bidang industri garmen tshirt
printing (kaos oblong sablon). Filosofi bisnis pak Wiwied terinspirasi
dari burung Caladi yang berasal dari bahasa Sunda yang berarti burung
pelatuk.
Pak
Wiwied mengartikan Caladi sebagai 5 citra dan 9 cita-cita, lima citra itu
menggambarkan karakter sumberdaya manusia yang dimiliki C59 yakni,
cakap, cerdik, cermat, cepat, dan ceria. Sedangkan 9 cita-citanya adalah
customersatisfaction, company profit, confident working atmosphere, control,
collaboration, clear mind, creativity, dan consultative. Pak Wiwied juga ingin
seperti burung pelatuk Woody Woodpecker yang tidak mau kalah dari pesaingnya,
dan bila kita perhatikan burung pelatuk selalu fokus ketika mematuk pohon, Pak
Wiwied pun ingin selalu fokus di bidang
garmen.
1.4 Tujuan
Adapun tujuan kegiatan ini adalah
sebagai berikut:
1.
Mahasiswa
dapat menambah wawasan tentang beberapa
tempat wisata ilmu pengetahuan di
kota bandung.
2.
Mahasiswa dapat melihat
perkembangbiakan ulat sutera dalam proses pembuatan serat menjadi kain dari
ulat sutera, serta melihat praktek secara langsung pada proses penyablonan kaos
oblong.
3. Menambah pengalaman mahasiswa
dengan diadakannya Kunjungan Industri.
BAB
II
PELAKSANAAN
KEGIATAN
1.1 Waktu
dan tempat Kegiatan
Bandung, 17 November 2017
05.00
Berangkat dari jakarta ke
bandung dengan menggunakan bus
14.30 – 16.00
Tiba di budidaya ulat sutera
dayang sumbi. Setibanya di wisata ulat sutera ini, mahasiswa langsung mengambil
tiket untuk masuk, setelah itu kita berada di ruangan untuk mengikuti materi
yang akan di jelaskan oleh pembicara mengenai metamorfosis ulat sutera dan
proses menjadi serat sutera sambil makan siang. Dan di sini kami di izinkan
untuk melihat dan berinteraksi langsung dengan ulat-ulat sutera lucu yang
sedang memakan daun murbei. (Gambar 1.1 Ulat
Sutera)
Tetapi karena di dalam perjalanan
menuju bandung sangat macet, jadi kita hanya sebentar di ulat sutera ini.
(Gambar 1.2 Proses Reeling) (Gambar 1.3 Proses Reeling)
(Gambar 1.4 Proses
Tenun) (Gambar 1.5 Bunga dari Kepompong)
17.00 – 19.00
Tiba di C59 tempat penyablonan,
di C59 kita diberi teori atau arahan bagaimana proses menyablon, tetapi tidak
hanya mendengarkan teori saja kita juga melihat langsung praktek pembuatan kaos
sablon ini.
(Gambar 2.1
Menonton Video Awal Mula Berdiri C59)
(Gambar 2.2
Proses Menyablon)
(Gambar 2.3 Sablon Sebelum Jadi) (Gambar 2.4 Sablon Sesudah Jadi)
19.00 – 00.00
Perjalanan pulang menuju kampus.
Karena keadaan tol yang masih macet jadi kita seemua baru sampai kampus sekitar
jam 12 lewat.
*Note:
Sebenarnya perjalanan ini tidak sesuai dengan
rundown yang telah dibuat oleh panitia. Jika mengikuti semua jadwal yang telah
di buat, seharusnya kita masih harus ke satu tempat lagi yaitu Farm House
Lembang. Tetapi karena perjalanan di dalam tol yang tidak bisa di duga, maka
perjalanan kali ini menurut saya sangat berantakan dan tidak tersusun. Kita
semua jadi tidak bisa menikmati kegiatan karna harus terburu-buru mengejar
waktu untuk ketempat berikutnya agar tidak kemalaman.
*Pesan:
Pesan ini mungkin lebih untuk ke angkatan
selanjutnya. Jika kalian ingin mengadai suatu kunjungan industri, sebaiknya
berangkat lebih pagi seperti jam 3 atau 4. Mengingat setiap hari jalanan
semakin macet, jadi jangan sia-siakan waktu kalian di jalan karena terjebak
macet.
1.2. Biaya
Biaya untuk mengikuti Kunjungan
Industri sebesar Rp. 250.000 / orang
BAB
III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dari penulisan
laporan ini, penulis dapat menyimpulkan bahwa dengan mengadakan Kunjungan
Industri ini bermanfaat banyak bagi kami, selaku mahasiswa. Karena kami di beri
kesempatan untuk melihat proses penyablonan, dan juga kami tidak hanya
mendengarkan teori saja tentang ulat sutera tetapi dapat bersentuhan dan
berinteraksi langsung sekaligus berfoto-foto dengan ulat sutera. Semoga
Kunjungan Industri ini dapat mambantu kami memudahkan belajar mengenai mata
kuliah Pengetahuan Tekstil serta membangun kreatifitas kami dalam berwirausaha.
3.2 Saran
Penyusun
dengan segala keterbatasan yang ada, menyadari bahwa laporan ini masih sangat
jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat
kami harapkan. Penyusun berharap mudah-mudahan laporan ini bermanfaat bagi
pembaca.
LAMPIRAN
(Gambar 3.1 Bayi Ulat Sutera)
(Gambar 3.2 Ulat Sutera Dewasa)
(Gambar 3.3 Kepompong Ulat Sutera)
(Gambar 3.4 Scraft Sutera) (Gambar 3.5 Tas Sutera)
(Gambar 3.6 Menonton Sejarah C59) (Gambar
3.7 Penulis)
No comments:
Post a Comment